Kependudukan
Berdasarkan data tahun 2021, jumlah penduduk yang tercatat secara administrasi jumlah total 15.333 jiwa.
Adapun jika dilihat jumlah penduduk berdasarkan tingkat 1 15.333 jiwa, dengan rincian jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki adalah 7.520 jiwa, sedangkan yang berjenis kelamin perempuan sejumlah 7.813 jiwa. Jumlah Kepala Keluarga di Kalurahan Tridadi adalah 5.420 KK.pendidikan Kalurahan Tridadi cukup baik karena penduduk dengan tingkat Pendidikan SLTA dan Sarjana lebih dari 50%. Dari data kependudukan berdasarkan tingkat Pendidikan, sebagai berikut: Tamat SD 1.667 jiwa (15,09%), Tamat SLTP sebanyak 2.100 Jiwa (19%), Tamat SLTA 5.264 Jiwa (47,62 %), tamat Sarjana 2021 jiwa [18,29%]
Kesehatan
- Derajat Kesehatan
Faktor yang menentukan derajat kesehatan masyarakat selama ini lebih kepada pelayanan kesehatan. Padahal dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat juga sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Berdasarkan pada Teori H.L.Blum yang menyebutkan bahwa derajat kesehatan ditentukan oleh 40% faktor lingkungan 3% faktor perilaku, 20 % faktor pelayanan kesehatan, dan 10% faktor genetika (keturunan). Dengan kata lain, faktor lingkungan yang dalam hal ini seperti menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi harus baik, menjadi faktor penentu tertinggi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun yang terjadi di masyarakat saat ini, dalam meningkatkan derajat Kesehatan justru lebih tinggi pada pelayanan kesehatan. Artinya banyak masyarakat yang melakukan pengobatan atau kuratif di fasilitas kesehatan tapi kebersihan lingkungan kurang diperhatikan. Hal tersebut dimaksudkan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui faktor lingkungan untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan. Lingkungan ini tidak hanya soal sampah, tapi banyak lagi seperti unsur kimia, biologi, dan sosio budaya. Jika tidak melakukan pencegahan melalui lingkungan maka jumlah yang sakit akan lebih banyak. Derajat Kesehatan di Kalurahan Tridadi dapat dilihat dari indikator-indikator antara lain: rata-rata usia harapan hidup, angka kematian bayi, angka kematian ibu melahirkan, dan status gizi masyarakat.
Kesehatan masyarakat bisa diwujudkan dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat. Salah satu upaya kesehatan adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang diselenggaralcan dengan tujuan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit, serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, dan atau masyarakat (Undang-Undang RI No. 23, 1992). Salah satu pelayanan kesehatan di Kalurahan Tridadi dilakukan melalui pengadaan fasilitas, sarana dan prasarana kesehatan.
Data Gizi Buruk 0 – 2 Tahun
|
No |
Tahun |
Jumlah Anak |
Jumlah Anak Gizi Buruk |
|
1. |
2018 |
284 |
5 |
|
2. |
2019 |
268 |
10 |
|
3. |
2020 |
295 |
14 |
|
4. |
2021 |
286 |
7 |
Data Kematian Ibu dan Anak
|
No |
Tahun |
Kematian Anak |
Kematian Ibu |
|
1. |
2018 |
0 |
0 |
|
2. |
2019 |
0 |
0 |
|
3. |
2020 |
0 |
0 |
|
4. |
2021 |
1 Bayi (Pangukan) |
0 |
- Sarana dan Prasarana Kesehatan
Sarana dan Prasarana kesehatan di Kalurahan Tridadi termasuk tidak banyak, karena hanya terdapat 1 buah Puskesmas Pembantu, 1 linik swasta dan 3 dokter praktek. Tetapi kekurangan ini tidak menjadikan karena wilayah Tridadi dekat dengan Puskesmas Sleman, Puskesmas Nyaen dan juga RSUD Murangan maupun RSA Yogyakarta. Selain itu juga adanya garda depan pelayanan kesehatan yaitu POSKESDES, Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) untuk balita sebanyak 17 tempat dan Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) Usia Lanjut sebanyak 3 tempat.
Posyandu merupakan ujung tombak dari kegiatan kesehatan di masyarakat. UKBM (Upava Kesehatan Berbasis Masyarakat) menjadi primadona dari berbagai kegiatan. Revitalisasi posyandu bertujuan untuk meningkatkan fungsi dari Posyandu itu sendiri dan untuk meningkatkan kinerja kader-kader posyandu.
Kesejahteraan Sosial
Berdasarkan pentahapan keluarga sejahtera penduduk Kalurahan Tridadi dapat diklasifikasikan dalam beberapa klasifikasi yaitu, Keluarga miskin 221 jiwa, Keluarga rentan miskin 51 jiwa. Banyaknya pasangan usia subur sebanyak 75 jiwa dan peserta Keluarga Berencana aktif sebesar 1306 jiwa. Rincian penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) anak cacat 116 anak, lanjut usia terlantar 49 orang. Sedangkan panti sosial yang ada di Kalurahan Tridadi ada 2 buah panti asuhan, yaitu Panti Asuhan AL Kautsar Jaban dan Daarul Ilmi Murten Pisangan.
Panti asuhan yang ada di Tridadi ini merupakan lembaga usaha kesejahteraan sosial yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial kepada anak telantar. Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya melaksanakan penyantunan dan pengentasan anak telantar, memberikan pelayanan fisik, mental, dan sosial pada anak asuh, sehingga mereka memperoleh naungan yang memadai bagi perkembangan kepribadiannya sesuai dengan yang diharapkan sebagai bagian dari generasi penerus cita-cita bangsa dan sebagai insan yang akan turut serta aktif di dalam bidang pembangunan nasional.
Pendidikan
Peran pendidikan dalam pembangunan sangat Penting dalam rangka upaya penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas, mampu berkompetisi dalarn tatanan kehidupan global serta menghadapi persaingan di masa depan. Dalam bidang pendidikan ini Kalurahan Tridadi dihadapkan pada persoalan yang menyangkut kualitas yang masih perlu ditingkatkan. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan, antar lain mutu guru, sarana dan prasarana yang ada, manajemen pendidikan dan peran serta masayarakat.
Untuk mengetahui lebih lanjut keadaan bidang Pendidikan di wilayah Tridadi dapat dilihat pada tabel.
Jumlah Fasilitas Pendidikan Kalurahan Tridadi Tahun 2021
|
No |
Jenis Pendidikan |
Sekolah Negeri |
Sekolah Swasta |
|
1 |
PAUD |
|
7 |
|
2 |
TK |
1 |
7 |
|
3 |
Sekolah Dasar |
6 |
1 |
|
4 |
SMP |
2 |
1 |
|
5 |
SMA |
|
|
|
6 |
SMK |
|
2 |
Gambar diatas menunjukkan fasilitas pendidikan dari tingkat Taman Kanak-Kanak sampai dengan Sekolah Menengah Atas di Kalurahan Tridadi. Fasilitas pendidikan merupakan salah satu fasilitas sosial yang penting. Kalurahan Tridadi memiliki jumlah dan sebaran fasilitas pendidikan yang cukup lengkap namun tidak seluruh masyarakat di Kalurahan Tridadi menggunakan fasilitas pendidikan tersebut.
Ketenagakerjaan
Tenaga Kerja adalah penduduk yang berada dalam usia kerja. Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, yang disebut sebagai tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat. Badan Pusat Statistik pada tahun sekitar 1970-an menentukan batas usia kerja bila seseorang berumur 10 tahun atau lebih. Tapi sesuai yang dianjurkan oleh International Labour Organization (1LO), maka batas usia kerja dirubah menjadi 15 tahun atau lebih.
Dalam hubungannya dengan pasar tenaga kerja perilaku penduduk dipisahkan menjadi 2 golongan, yaitu golongan aktif secara ekonomis dan bukan ekonomis. Angkatan kerja termasuk golongan aktif secara ekonomis. Golongan tersebut terdiri dari penduduk yang menawarkan tenaga kerjanya dan berhasil memperolehnya (employed) dan penduduk yang menawarkan tenaga kerjanya di pasar tenaga kerja tetapi belum berhasil memperolehnya (unemployed).
- Penduduk Usia Kerja
Definisi tenaga kerja sebagai penduduk dalam usia kerja berusia 15-64 tahun atau jumlah seluruh penduduk dalam suatu Negara yang dapat memproduksi barang dan jasa jika ada permintaan terhadap tenaga mereka, dan jika mereka mau berpartisipasi dalam aktifitas tersebut. (Hardijan Rusli, Hukum Ketenagakerjaan, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2008), hal. 12-13.) Di Tridadi Penduduk pencari kerja didominasi oleh lulusan SLTA sebanyak 41 % sedangkan sisanya oleh lulusan Diploma dan Strata satu.
- Angka Beban
Tanggungan Tahun 2020 banyaknya penduduk usia produktif 6732 jiwa, sedang jumlah penduduk belum berusia produktif (0-14 tahun) dan tidak produktif (65 tahun keatas) mencapai 4.323 jiwa. Sehingga angka beban tanggungan penduduk Kalurahan Tridadi mencapai 160 %. Ha1 ini berarti bahwa tiap 2 orang Tridadi yang berusia produktif menanggung 1 jiwa usia belum produktif dan tidak produktif.
- Penduduk Yang Bekerja
Menurut Jenis pekerjaan mata pencaharian penduduk Kalurahan Tridadi beraneka ragam. Hal ini ditunjukkan dalam tabel Mata Pencaharian berikut ini:
Mata Pencaharian Penduduk Kalurahan Tridadi (Lihat Lampiran)
Diagram Mata Pencaharian Penduduk Tridadi (Lihat Lampiran)
Banyaknya penduduk Kalurahan Tridadi yang bekerja pada sektor pertanian dipengaruhi oleh luasnya lahan pertanian yang dimilili Kalurahan Tridadi. Ditambah dengan kondisi alam yang berada di kaki Gunung Merapi sangat mendukung untuk berkembangnya sektor pertanian dan perikanan, seperti kesuburan tanah dan ketersediaan air. Akan tetapi kesuburan tanah dan ketersediaan air yang melimpah tidak cukup untuk berkembangnya pertanian secara ekstensifikasi dikarenakan lahan pertanian yang ada semakin menyusut dipergunakan untuk perumahan penduduk. Hal ini jugamempengaruhi menyusutnya petani yang ada di Tridadi dan beralih pekerjaan di bidang swasta, diantaranya sebagai buruh, pedagang ataupun bekerja di sector jasa. Menyempitnya lahan pertanian mendorong pengembangan sebuah inovasi dibidang pertanian ataupun intensifikasi. Dengan demikian, untuk ketahanan pangan di masa yang akan datang, pertanian modern menjadi pilihan bagi Kalurahan Tridadi.