Nyadran adalah tradisi budaya dan spiritual masyarakat Jawa yang dilakukan sebagai wujud penghormatan kepada leluhur, membersihkan diri, serta ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Tradisi ini biasanya dilaksanakan menjelang bulan puasa Ramadhan atau pada bulan ruwah (Sya’ban) dalam penanggalan Jawa. Pelaksanaan tradisi Nyadran menggabungkan nilai-nilai keislaman dengan kearifan lokal Jawa, dan umumnya mencakup tahapan-tahapan Besik (Kerja Bakti), Nyekar (Ziarah) dan Kembul Bujono (Kenduri). di Padukuhan Wadas sebelum Nyekar (Ziarah) ada prosesi upacara adat yang menjadi tradisi yaitu upacara adat Gus Kinto. Upacara Adat Gus Kinto terdiri dari Kirab Bregada Gus Kinto, diteruskan pementasan drama asal mula Mitos Gus Kinto dan Padukuhan Wadas, lalu setelahnya baru dilaksanakan Sadranan. Ditahun 2025 Upacara Adat Gus Kinto telah menjadi Penyaji Unggulan I dalam Festival Upacara Adat Tahun 2025 tingkat Kabupaten Sleman mewakili Kapanewon Sleman.





